Pada akhirnya orang2 bertanya....
Pikiran itu terlintas tidak sengaja sewaktu saya menidurkan asya. Saya sedang mengingat wanita itu, teman suami saya. Saya mengetahui profilenya hanya lewat friendster.
Buat saya dia sangat cool!! misterius!!!saya seperti mengenal dirinya! ternyata bukan itu...
Menurut suami saya, sifat wanita itu seperti saya. Mungkin karena itulah saya merasa mengenalnya!
Ketika ia ditanya soal siapa yang ingin ia temui, dia hanya menulis pendek "cupid".
Rupanya dia menunggu peri cinta memanah hatinya untuk dipertemukan dengan pasangannya. Ia seperti sosok yang lelah mencari dan bertanya...
"kapan cinta itu datang dan tinggal untuk selamanya?"
Tak hanya dia yang bertanya... sahabatku juga bertanya...
Wanita disebelah rumah, wanita diluar sana,dan seorang pria yang sudah menduda pun bertanya hal yang sama.
Hampir semua orang yang "melajang" pun bertanya pertanyaan yang sama.
Jangankan mereka, saya pun pernah mengalami hal yang sama sebelum saya bertemu sang suami.
Hal itu seperti impian, dambaan, cita-cita.
Selama hal itu belum tercapai,saya terus mencari,membentuk sosok yang saya ingin dan saya khayalkan dan menunggunya.
Tapi sekarang saya lupa rasanya.
Apa karena saya menikah di usia yang cukup muda, sehingga perasaan itu sebentar mampir?
Atau karena mata saya sudah terbuka, tentang arti cinta dan kehidupan yang sebenarnya?!
Mungkin itu jawabannya...
Tahukah mereka, ketika mereka tidak sabar untuk menemukan seseorang, saya disini kadang mempertanyakan perasaan saya... apakah yang saya rasakan itu cinta atau nafsu? apakah saya mencintainya ketika saya bahagia dan bisa melupakan rasa cinta menjadi benci ketika ia menyebalkan?!
Tahukah mereka,ketika mereka tidak sabar untuk mengurus seseorang, saya disini kadang merasa bosan dengan rutinitas yang sama setiap harinya.
Tahukah mereka ketika mereka merasa kesepian disaat sendirian, saya sering merasa iri karena kurang memiliki waktu luang.
Tapi mereka tidak salah kok...Kebahagiaan itu memang ada.
Walau tampak seperti mengeluh, saya tetap ingin mempertahankan semua yang saya miliki sekarang.
Karena saya merasa bahagia...
Setiap manusia pasti punya bumbu kehidupan.
Mereka pasti akan memasuki jenjang itu suatu saat nanti,...
Tuhan itu Maha Adil, tak ada manusia yang sempuna.
Yang ada hanya manusia yang lapar mata!
Hanya sabar yang bisa saya ucapkan dan doakan untuk mereka...
"Santailah! karna loe gak tahu apa yang bkalan terjadi dihadapan loe!" kata itu yang ingin saya pekikkan!agar mereka tahu...agar mereka tidak sedih...
dedicate to Hesi...( saya terinspirasi oleh kamu)
Buat saya dia sangat cool!! misterius!!!saya seperti mengenal dirinya! ternyata bukan itu...
Menurut suami saya, sifat wanita itu seperti saya. Mungkin karena itulah saya merasa mengenalnya!
Ketika ia ditanya soal siapa yang ingin ia temui, dia hanya menulis pendek "cupid".
Rupanya dia menunggu peri cinta memanah hatinya untuk dipertemukan dengan pasangannya. Ia seperti sosok yang lelah mencari dan bertanya...
"kapan cinta itu datang dan tinggal untuk selamanya?"
Tak hanya dia yang bertanya... sahabatku juga bertanya...
Wanita disebelah rumah, wanita diluar sana,dan seorang pria yang sudah menduda pun bertanya hal yang sama.
Hampir semua orang yang "melajang" pun bertanya pertanyaan yang sama.
Jangankan mereka, saya pun pernah mengalami hal yang sama sebelum saya bertemu sang suami.
Hal itu seperti impian, dambaan, cita-cita.
Selama hal itu belum tercapai,saya terus mencari,membentuk sosok yang saya ingin dan saya khayalkan dan menunggunya.
Tapi sekarang saya lupa rasanya.
Apa karena saya menikah di usia yang cukup muda, sehingga perasaan itu sebentar mampir?
Atau karena mata saya sudah terbuka, tentang arti cinta dan kehidupan yang sebenarnya?!
Mungkin itu jawabannya...
Tahukah mereka, ketika mereka tidak sabar untuk menemukan seseorang, saya disini kadang mempertanyakan perasaan saya... apakah yang saya rasakan itu cinta atau nafsu? apakah saya mencintainya ketika saya bahagia dan bisa melupakan rasa cinta menjadi benci ketika ia menyebalkan?!
Tahukah mereka,ketika mereka tidak sabar untuk mengurus seseorang, saya disini kadang merasa bosan dengan rutinitas yang sama setiap harinya.
Tahukah mereka ketika mereka merasa kesepian disaat sendirian, saya sering merasa iri karena kurang memiliki waktu luang.
Tapi mereka tidak salah kok...Kebahagiaan itu memang ada.
Walau tampak seperti mengeluh, saya tetap ingin mempertahankan semua yang saya miliki sekarang.
Karena saya merasa bahagia...
Setiap manusia pasti punya bumbu kehidupan.
Mereka pasti akan memasuki jenjang itu suatu saat nanti,...
Tuhan itu Maha Adil, tak ada manusia yang sempuna.
Yang ada hanya manusia yang lapar mata!
Hanya sabar yang bisa saya ucapkan dan doakan untuk mereka...
"Santailah! karna loe gak tahu apa yang bkalan terjadi dihadapan loe!" kata itu yang ingin saya pekikkan!agar mereka tahu...agar mereka tidak sedih...
dedicate to Hesi...( saya terinspirasi oleh kamu)
